Bukittinggi-Pemerintah Kota Bukittinggi, membutuhkan
42 orang guru sekolah dasar, jumlah tersebut akan masuk dalam formasi
penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bukittinggi Rosmini Jumat
(22/2), dari 42 orang guru sekolah dasar (SD) tersebut pada akan
dijadikan guru kelas.
“Kami telah mengusulkan untuk penerimaan CPSN bagi guru SD. Syarat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Menpan-RB) untuk penerimaan pegawai dari total APBD untuk gaji pegawai di bawah 50 persen,” kata dia.
Saat ini total APBD sebesar Rp514 miliar, hampir separuh diserap
untuk belanja pegawai yaitu di belanja langsung sebesar Rp47 miliar dan
ditambah lagi pada belanja tidak langsung sebesar Rp261 miliar.
“Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013
senilai Rp514 miliar tersebut sekitar 60 persen habis untuk pembayaran
gaji pegawai, sehingga keputusan penerimaan CPNS untuk tahun 2013 belum
dapat kepastian atau masih menunggu dari Menpan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa untuk penerimaan CPNS makanisme yang harus
dilalui adalah harus adanya analisis jabatan, analisis beban kerja serta
peta jabatan dengan melampirkan formasinya.
“Itu telah kita lakukan sehingga hanya menunggu keputusan dari Menpan
apakah Bukittinggi boleh melakukan penerimaan CPNS,” kata dia.
Jika keputasan dari Menpan bawah Kota Bukittinggi tidak boleh
menerima CPNS, menurut dia, pihaknya akan memberdayakan guru yang ada
dengan membagi jam pelajaran sehingga proses belajar mengajar tetap
berjalan lancar.
Kasi Kerja-sama Kelembagaan dan Akreditasi Dinas Pendidikan, Pemuda
dan Olahraga setempat Yasril Yanius menyebutkan, jumlah guru Bukittinggi
secara keseluruhan mulai dari jenjang pendidikan terendah sampai
tertinggi 2.582 orang guru.
Dia menerangkan, dari 2.582 guru yang tersebar di SD, SMP dan SMA dan
SMK di daerah itu, sebanyak 1.628 berstatus PNS dan 924 orang lainnya
berstatus non PNS.
0 comments:
Post a Comment