Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan sudah
ada yang menitip kursi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di ibukota
langsung kepada dirinya. Tak tanggung-tanggung, pihak yang meminta jatah
kursi aparatur negara tersebut mencapai 4-5 orang.
"Saya sudah terima beberapa pihak yang menitip kursi CPNS kemarin,
jumlah 4 - 5 lima orang. Ini anak si anu lah, anak dia lah, macam-macam
bilang ke saya," ungkap saat memberikan pengarahan kepada lurah dan
camat se-DKI Jakarta di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir,
Jakarta Pusat, Rabu (16/10) sore.
Ia menegaskan tidak akan mempan untuk menerima CPNS titipan. Terlebih saat ini, sistem yang digunakan Computer Assigment Test (CAT)
yang diperkenalkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (KemPAN dan RB) tidak memungkinkan untuk menerima
calon birokrat pesanan.
Politisi Partai Gerindra yang kerap disapa Ahok ini menambahkan, staf
pribadinya yang ikut CPNS tidak lolos tahapan pendaftaran yang
dilakukan secara online. Meskipun kesalahannya terbilang kecil yaitu
salah memasukan data pada tahapan tersebut.
"Staf saya salah input data pas daftar gak lolos, cuma gak berani
bilang dan minta tolong saya. Dia tahu saya gak bakalan bantu dia, itu
salah sendiri kok, saya cuma tahu saja dari BKD," terang dia dihadapan
270-an lurah se-DKI.
Ahok bersyukur sistem CAT yang dipakai saat ini bisa memutus CPNS
titipan dari sejumlah pejabat, termasuk yang masuk kepada dirinya.
Bahkan, sampai pengaturan nilai yang kerap terjadi di masa lalu ketika
menjadi bupati Belitung Timur tidak terjadi lagi.
"Saya senang ada CAT, dulu bisa ngatur-ngatur nilai kayak dulu di
Belitung Timur, sekarang mana bisa kayak gitu. Lihat aja lurah, camat
sampai kepala dinas gak bisa titip-titipan," pungkasnya.
0 comments:
Post a Comment