"Pemerintah daerah tidak menerima
pelamar umum untuk mengurangi tenaga honorer yang sudah “gemuk”. Kalau
kita buka untuk umum kasihan kan tenaga honorer yang sudah lama
mengabdi. Bbahkan diantara mereka ada yang sudah 15 tahun mengabdi
namun beluim diangkat jadi PNS," terang Sekertaris Daerah Pemkab Lebak,
Dede Jaelani kepada BANTEN POS, Selasa (10/9).
Untuk mensinergikan kebutuhan PNS di
Kabupaten Lebak, kata Dede, besok (Kamis 12/9) ia akan menghadiri rapat
di Jakarta untuk menentukan kuota PNS dari kategori dua (K2) untuk
Kabupaten Lebak. Inormasi yang dapat dihimpun BANTEN POS dari Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lebak, sebanyak 1,896 tenaga honorer
K2 telah diverifikasi.
Mereka berasal dari tenaga guru,
kesehatan dan tenaga teknik. “Kalau tidak ada halangan, rencananya
seleksi atau tes kompetensi bagi K2 akan dilakukan pada 3 November
mendatang," kata Kabid Pembinaan dan Pengadaan Pegawai BKD Kabupaten
Lebak, Apipudin, kemarin.
Dikatakan Apipudin, semua itu baru
sebatas rencana. Sebab jatah atau kuota untuk Kabupaten Lebak baru bisa
diketahui setelah Pemkab Lebak melakukan rapat dengan pemerintah pusat.
"Kalau sesuai rencana, pengumuman hasil tes atau seleksi K2 akan
diumumkan sekitar Desember," katanya.
Sementara itu, Nuraeni salah seoarang
warga Lebak mengaku kecewa dengan kebijakan Pemkab Lebak yang tidak
membuka pendaftaran dari umum untuk CPNS. Sebab kata dia, dengan tidak
menerima pembukaan CPNS dari umum, itu artinya kesempatan warga Lebak
yang belum bekerja dan memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan
yang dibutuhkan tetap menjadi pengangguran. “Hak kami sebagai warga
negara juga tentunya diabaikan. Kami berharap, ke depan, Pemkab Lebak
tetap membuka pelamar dari umum," katanya
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.